Penulis: Samsul
MYKALBAR.COM – Tim KREASI Ketapang Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah melaksanakan praktik pendidikan perubahan iklim berbasis Project Based Learning (PjBL) di SD Negeri 16 Benua Kayong, Rabu 10 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pendampingan sekolah-sekolah terpilih dalam program KREASI serta upaya memberikan pemahaman lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan berlangsung melalui berbagai rangkaian, mulai dari penyerahan tong sampah, poster edukasi perubahan iklim lengkap dengan frame akrilik, hingga bibit tanaman.
Program kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon dan penyampaian materi pengenalan perubahan iklim oleh perwakilan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).
Kepala SD Negeri 16 Benua Kayong, Hosna, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dipilihnya sekolah mereka dalam program KREASI.
“Pada hari ini, sekolah kita menjadi tempat pelaksanaan kegiatan bersama Tim Kreasi dalam acara Perubahan Iklim yang nantinya akan disampaikan para narasumber. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian, serta anak-anak semua, di tempat yang sederhana ini,” ujarnya.
Sementara itu, Program Koordinator KREASI, Santoso Setio, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari capaian program tahun pertama.

Dari enam sekolah terpilih, SD Negeri 16 Benua Kayong menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan pendampingan khusus setelah melalui proses penilaian ketat.
“Dari enam sekolah yang terpilih, salah satunya SD 16 Benua Kayong. Salah satu indikator penilaian kami adalah video praktik pembelajaran pendidikan perubahan iklim yang dibuat oleh para guru,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa guru SDN 16 Benua Kayong, Isnawati Kurniawati, menjadi salah satu peserta dengan video praktik terbaik.
Perwakilan Dinas Perumahan, Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang, Irwandi, turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif KREASI.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Kreasi yang telah membantu pelaksanaan pembelajaran lingkungan hidup di sekolah. Saat ini kami memang belum sepenuhnya dapat mencakup seluruh sekolah karena keterbatasan SDM. Oleh karenanya, kolaborasi seperti ini sangat kami apresiasi,” ucapnya.
Kegiatan diakhiri dengan penanaman pohon sebagai aksi nyata mitigasi perubahan iklim. Melalui program ini, KREASI berharap dapat menumbuhkan kesadaran siswa sejak dini mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta mendorong lahirnya generasi yang melek isu perubahan iklim dan peduli terhadap kelestarian alam.

