Penulis : Samsul
MYKALBAR.COM – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Kalimantan Barat resmi melepas kontingen untuk mengikuti Muktamar XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 5–8 Februari 2026.
Kegiatan pelepasan berlangsung pada Senin, 2 Februari 2026, bertempat di Aula Lantai 3 Universitas Muhammadiyah Pontianak.
Pelepasan kontingen ini menjadi momentum penting bagi IPM Kalimantan Barat untuk berpartisipasi aktif dalam forum tertinggi organisasi pelajar Muhammadiyah tersebut.
Sebanyak delapan kader terbaik IPM Kalbar diberangkatkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan muktamar, yakni Hasti Nuraini, Mita Fatmawati, Eny Safitri, Muhammad Fariz Arsyad, Satyananda Wicaksana, Endrik Adi Wijaya, Haidir Putra, dan Arrayan Nurrochim.
Ketua PW IPM Kalimantan Barat, Satyananda Wicaksana, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan atas keikutsertaan kontingen IPM Kalbar dalam muktamar.
Ia menegaskan bahwa kehadiran delegasi Kalbar bukan sekadar memenuhi agenda organisasi, tetapi juga membawa identitas dan aspirasi pelajar Muhammadiyah di daerah.
“Besok insyaallah kami akan berangkat. Kehadiran kami tentu membawa nama IPM Kalimantan Barat. Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan yang diberikan dan mohon doa serta restu untuk keberangkatan kami,” ujar Satyananda.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Wasilun, turut memberikan pesan dan arahan kepada para peserta muktamar.
Ia berharap para delegasi mampu menjaga nama baik organisasi serta aktif mengangkat isu-isu strategis yang relevan dengan kondisi Kalimantan Barat dalam forum nasional tersebut.
“Kami sebagai orang tua tentu merestui dan berharap ketika berada di kegiatan, kalian membawa nama baik IPM. Dari delapan orang ini, kalian harus membawa isu-isu yang bisa diangkat di muktamar terkait Kalimantan Barat, sehingga tidak datang dengan tangan kosong. Kalian adalah cerminan IPM Kalbar,” tuturnya.
Wasilun juga menekankan pentingnya keberlanjutan gerakan organisasi pascamuktamar, termasuk pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Musywil) sebagai bagian dari proses regenerasi dan penguatan kaderisasi di tingkat wilayah.
Dengan keikutsertaan dalam Muktamar XXIV IPM, diharapkan IPM Kalimantan Barat dapat memberikan kontribusi nyata bagi arah dan kebijakan organisasi ke depan.

