Penulis : Samsul
MYKALBAR.COM – Program KREASI Muhammadiyah Kabupaten Ketapang menggelar Dialog Pendidikan: Memperkuat Riset dan Praktik Berbasis Bukti Melalui Konferensi serta Berbagi Praktik Baik selama dua hari, Kamis–Jumat, 28–29 Januari 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Zuri Ketapang dan diikuti oleh para pendidik, pemangku kebijakan, serta pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Ketapang.

Sekretaris Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Khoirul Huda, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Pendidikan tidak dapat dibebankan semata-mata kepada sekolah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagaimana konsep Tri Pusat Pendidikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak awal berdirinya Muhammadiyah telah mengusung konsep pendidikan yang holistik dan integratif. Hal tersebut dicontohkan oleh pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, yang memadukan pendidikan agama, sains, pembentukan karakter, serta kepedulian sosial dalam satu kesatuan sistem pendidikan.
Sementara itu, Direktur Program KREASI Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Gufron Amirullah, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 Program KREASI telah melakukan berbagai intervensi pendidikan di tiga kecamatan utama di Kabupaten Ketapang.
“Program KREASI menjangkau Kecamatan Benua Kayong, Delta Pawan, dan Muara Pawan dengan melibatkan puluhan satuan pendidikan PAUD dan SD, khususnya dalam penguatan literasi membaca di kelas awal,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu capaian penting Program KREASI adalah terbitnya 67 judul buku bacaan anak yang ditulis oleh guru-guru lokal Ketapang.
“Selain menghasilkan buku bacaan, kami juga melaksanakan pelatihan membaca nyaring dan membaca menyenangkan agar kemampuan membaca siswa kelas awal dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan,” tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto. Ia menilai kontribusi Muhammadiyah dan Program KREASI sangat berarti dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.
“Pemerintah Kabupaten Ketapang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi nyata Muhammadiyah dan Program KREASI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irwan Akib, menegaskan bahwa sejak awal berdirinya Muhammadiyah, pendidikan telah diposisikan sebagai amal usaha strategis untuk membangun peradaban dan memberdayakan umat.
“Pada masa itu, masyarakat Indonesia berada dalam kondisi tertinggal dan miskin. Karena itu, KH. Ahmad Dahlan memilih jalan pendidikan sebagai upaya pembebasan dari kebodohan dan kemiskinan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pada awalnya sistem pendidikan di Indonesia terbagi menjadi dua, yakni pendidikan tradisional pesantren dan pendidikan modern ala Belanda. KH. Ahmad Dahlan kemudian mengintegrasikan keduanya menjadi model pendidikan yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
“Pendidikan harus mampu memberdayakan masyarakat dan menjadi sarana untuk melepaskan diri dari ketertinggalan,” pungkasnya.
Melalui dialog pendidikan ini, Program KREASI Muhammadiyah berharap praktik-praktik baik berbasis riset dapat terus diperkuat dan direplikasi demi peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan di Kabupaten Ketapang.
