Penulis : Syahroni Pratama
MYKALBAR.COM – Bertetapatan dengan Hari Buruh Internasional, aliansi mahasiswa Cipayung Plus Kota Sintang menginisiasi nonton bareng (nobar) dan diskusi bersama tentang film yang berjudul “Pesta Babi” Jumat, 1 Mei 2026.
Terdapat 6 OKP di Cipayung Plus Sintang yang menginisiasi kegiatan ini, yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).
Tidak hanya dihadiri oleh anggota Cipayung Plus, kegiatan ini juga di hadiri oleh BEM, mahasiswa umum, serta masyarakat umum. Kegiatan berlangsung di Semesta Coffee yang berada di Jalan Baning Kabupaten Sintang selama 4 jam lebih, dimulai dari pukul 18.30 – 22.00 WIB.
“Nobar dan diskusi ini merupakan program pertama dan juga launching dari Forum Mengakar yang dibentuk dari Cipayung Plus Sintang itu sendiri,” ujar ketua panitia pelaksana, Roni.

Ia menjelaskan, dibentuknya forum ini sebagai sarana untuk berdialektika bersama guna meningkatkan kapasitas intelektualitas mahasiswa di Sintang ini.
“Melalui Film Pesta Babi ini kita dapat melihat bagaimana masyarakat di Papua saat ini masih diintimidasi. Dan tentu ini menjadi isu kita bersama dan harus kita suarakan. Di sini dan kita juga tidak bisa hanya diam, melainkan hanya ada satu kata yaitu: Lawan!!!,” ujar Roni.
Agnes selaku kader dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menyampaikan, film ini sangat direkomendasikan di kalangan mahasiswa maupun anak muda. “Bagi yang belum nonton, silakan untuk menonton karena banyak pelajaran yang bisa kita ambil,” katanya.
Apresiasi dan pesan kepada anak muda juga di sampaikan oleh Yandi selaku masyarakat umum yang hadir. “Fokus mencerdaskan anak bangsa adalah tugas kita semua, penting peran kita yang diberi privilese berpendidikan untuk memahami rakyat kecil. Ngutip dari Cak Nun : Kita ini sarjana utk dipahami orang kecil atau memahami orang kecil. Saya berharap Forum Mengakar yang sudah terbentuk ini dapat membuat kegiatan berkelanjutan ke depannya,” katanya.

