xvideo hot housewife fucking younger guy. xxnx endless blowjb at work. sluty girl
Fathia Alya Supandih, Mahasiswa lulusan pertama Prodi Bisnis Digital UM Pontianak.
Spread the love

MYKALBAR.COM – Fathia Alya Supandih menjadi lulusan pertama Prodi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak. Ia sekaligus menjadi yang pertama menyelesaikan tugas akhir melalui skema proyek usaha riil.

Bukan skripsi konvensional yang dipilihnya untuk lulus kuliah. Alya memilih jalur Proyek Usaha, yaitu membangun dan mengelola bisnis nyata sebagai bentuk implementasi kompetensi digital business yang dipelajari selama perkuliahan.

Melalui rilis yang diterima MyKalbar.com, Rabu, 11 Februari 2026, disebutkan bahwa Alya bahkan mampu menyelesaikan studi tepat waktu dalam 3,5 tahun dengan IPK 3,93.

Usaha yang ia rintis bernama “Dapur Alifa”, sebuah bisnis kuliner yang mulai dikembangkan sejak masa kuliah.

Melalui dukungan hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemdiktisaintek tahun 2023 sebesar Rp17.380.000, dana tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan peralatan produksi, pengembangan produk, penguatan merek, kemasan, hingga strategi pemasaran digital.

Seluruh proses dijalankan secara profesional dengan pendekatan manajemen modern dan pemanfaatan media sosial.

Proses bisnis tersebut tidak hanya menjadi pengalaman praktik, tetapi juga terdokumentasi dalam laporan akademik komprehensif yang mencakup studi kelayakan usaha, model bisnis, operasional, keuangan, hingga evaluasi kinerja.

Dengan demikian, tugas akhir Alya bukan sekadar laporan, melainkan bukti nyata usaha yang berjalan dan menghasilkan pendapatan.

Alya membuat tugas akhir dengan bimbingan dua dosen yaitu Dr. Dedi Hariyanto, S.E., M.M. dan Arninda, S.Kom., M.M.

Ia berhasil mengembangkan usahanya sekaligus menorehkan berbagai prestasi, mulai dari perolehan HKI, penghargaan kewirausahaan tingkat nasional, program pertukaran mahasiswa, publikasi ilmiah, hingga partisipasi dalam kompetisi bisnis internasional di Singapura dan Malaysia.

Arnida, dosen pembimbing Alya, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kuatnya integrasi antara teori, praktik, dan pengalaman profesional selama masa studi.

Pendekatan pembelajaran seperti inilah yang menjadi ciri khas Prodi Bisnis Digital FEB UM Pontianak.

“Perkuliahan dirancang berbasis praktik, proyek, dan kewirausahaan digital, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung,” katanya.

Menurut Arnida, setiap semester mahasiswa mengerjakan proyek nyata, membangun portofolio, serta berlatih menghadapi dinamika dunia usaha sejak dini.

“Lingkungan belajar yang terarah membuat mahasiswa mampu menyelesaikan studi secara efektif dan tepat waktu,” ujarnya.

Lebih dari itu, mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, adaptif terhadap perubahan teknologi, serta memiliki kemampuan menciptakan peluang dan nilai ekonomi dari ide-ide kreatifnya sendiri.

Arnida mengatakan, lulusan tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja.

“Keberhasilan lulusan perdana ini menjadi bukti bahwa FEB UM Pontianak bukan sekadar tempat menempuh pendidikan tinggi, melainkan ruang bertumbuhnya calon pelaku bisnis digital masa depan,” katanya.

Ia mengatakan, Program Studi Bisnis Digital FEB UM Pontianak merupakan pilihan yang tepat bagi generasi muda yang menginginkan kuliah dengan arah jelas, pengalaman praktik nyata, pendampingan dosen yang intensif, serta peluang lulus tepat waktu dengan bekal kompetensi yang relevan.

kimberly cybersex model.porndigger
http://xxvideos.one amateur jerking huge cock.
tamil sex