MYKALBAR.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Pontianak resmi melaksanakan pelantikan kepengurusan periode 2026–2027 pada Jumat, 23 Januari 2026.
Agenda pelantikan berlangsung khidmat dan sarat semangat kebaruan, menandai lahirnya kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa IMM semakin progresif di tengah dinamika sosial Kota Pontianak.
Pelantikan ini tidak hanya menjadi seremoni organisasi, tetapi juga penegasan arah gerakan IMM sebagai kekuatan intelektual, moral, dan sosial.
Dalam momentum tersebut, IMM Kota Pontianak menyampaikan pesan dan harapan agar organisasi terus tumbuh sebagai gerakan mahasiswa yang kritis, solutif, dan berkeadaban.
IMM diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam merespons berbagai persoalan umat, bangsa, dan daerah melalui penguatan tradisi keilmuan, advokasi kebijakan publik, serta pengabdian sosial yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Ketua Umum IMM Kota Pontianak, Muhammad Sher Khan, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan kepengurusan merupakan titik awal penguatan komitmen kader dalam merawat idealisme dan keberpihakan sosial.
Ia menekankan agar IMM tidak terjebak pada rutinitas struktural semata, melainkan mampu menghadirkan gagasan dan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“IMM harus tampil sebagai gerakan intelektual yang berani berpikir maju, jernih dalam membaca persoalan, dan konsisten memperjuangkan nilai keadilan sosial. Kota Pontianak membutuhkan mahasiswa yang tidak hanya lantang bersuara, tetapi juga mampu menawarkan solusi dan menjadi bagian dari proses perubahan,” ujar Sher Khan.
Ia juga menambahkan bahwa kemajemukan Kota Pontianak menuntut kehadiran gerakan mahasiswa yang inklusif dan dialogis.
Menurutnya, IMM harus berperan sebagai simpul kolaborasi antara pemuda, masyarakat, dan pemerintah, tanpa kehilangan independensi serta daya kritisnya sebagai gerakan mahasiswa Islam.
Pelantikan tersebut sekaligus menandai penguatan sinergisitas antara IMM Kota Pontianak dan Pemerintah Kota Pontianak.
Sher Khan berharap sinergi ini dapat menjadi ruang strategis untuk memperluas partisipasi mahasiswa dalam pembangunan daerah, khususnya pada sektor pendidikan, literasi publik, kepemudaan, dan penguatan nilai kebangsaan.
“Kami memandang Pemerintah Kota Pontianak sebagai mitra strategis dalam membangun kota yang inklusif dan berkeadaban. IMM siap berkontribusi melalui gagasan, kajian, dan gerakan sosial, sekaligus tetap menjalankan fungsi kontrol agar pembangunan berpihak pada kepentingan rakyat,” tambahnya.
Sebagai bagian dari komitmen gerakan kolaboratif, IMM Kota Pontianak juga secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat.
Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan literasi media, pengawasan penyiaran yang beretika, serta pendidikan publik mengenai tanggung jawab media di era digital.
Sher Khan berharap kerja sama ini dapat melahirkan kader IMM yang memiliki kesadaran kritis terhadap media dan informasi. Ia menegaskan bahwa literasi media merupakan prasyarat penting dalam menjaga kualitas demokrasi lokal serta membentengi masyarakat dari disinformasi.
“Melalui kolaborasi dengan KPID Kalimantan Barat, kami ingin mendorong IMM menjadi garda depan literasi media di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Media harus menjadi alat pencerahan, bukan sekadar komoditas atau sarana pembentukan opini yang menyesatkan,” tutupnya.
Pelantikan IMM Kota Pontianak periode 2026–2027 ini menjadi simbol dimulainya babak baru gerakan—kolektif dalam kekuatan, progresif dalam gagasan, dan kolaboratif dalam langkah.
Dengan semangat tersebut, IMM Kota Pontianak optimistis dapat terus berkontribusi nyata bagi pembangunan manusia, penguatan demokrasi lokal, serta terwujudnya masa depan Kota Pontianak yang lebih adil, cerdas, dan berkeadaban.

