Spread the love

MYKALBAR.COM – Lima mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak membuat inovasi produk pangan alami berupa permen berbahan daun kelor dan bunga telang.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Salma Rayhana Putri, Nur Aulia Fitri, Wulan Anggini, Julaika, Abang Bayu Prayoga yang dibimbing oleh Dr. Dini Hadiarti, S.Si, M.Sc.  Permen kelor dan permen telang yang dilapisi dengan bioplastik yang juga bisa dikonsumsi.

Salma Rayhana Putri mengungkapkan, mereka berlima awalnya termotivasi membuat produk permen sehat. Lalu dipilihlah daun kelor dan dan bunga telang yang diketahui punya kandungan nutrisi yang menyehatkan.

Menurut Salma, daun kelor yang punya nama latin moringa oleifera memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti vitamin C, vitamin A, kalsium dan kaya antioksidan.

Kandungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya imun tubuh, mencegah anemia, serta menjaga kesehatan pencernaan. “Sementara warna hijau pada bubuk daun kelor dapat dijadikan pewarna alami pada permen kelor,” katanya di Kampus UM Pontianak, Kamis, 2 April 2026.

Lebih lanjut Salma menjelaskan, bunga telang dengan nama latin clitoria ternatea punya kandungan senyawa antosianin yang membuatnya menjadi berwarna biru.

“Bunga telang kaya antioksidan dan baik untuk penderita diabetes karena dapat menjaga kestabilan gula darah,” ujar Salma menjelaskan manfaat bunga telang.

Tidak hanya berbahan alami, kedua produk tersebut juga dilapisi dengan edible film (bioplastik). Ini berbeda dengan permen pada umumnya yang lapisannya berupa plastik sintetis.

Bioplastik yang digunakan untuk melapisi permen tersebut, terbuat dari pati singkong sehingga permen dapat langsung dimakan tanpa membuka plastiknya.

Dosen pembimbing Dini Hadiarti berharap inovasi mahasiswa ini bisa berlanjut menjadi produk yang punya nilai ekonomi. “Akan lebih baik jika mereka bisa memasarkan produk yang sudah mereka buat,” katanya.

Dengen demikian, menurut Dini, karya mahasiswa ini bisa berdampak pada kehidupan mereka di masa mendatang. “Siapa tahu produk tersebut diterima masyarakat, sehingga akan mendatangkan penghasilan bagi mereka,” ujarnya.