Penulis : Samsul
MYKALBAR.COM – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat menggelar kegiatan Pengajian Pimpinan Ramadan 1447 H pada Jumat, 6 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Muhammadiyah Kalimantan Barat, Jalan Sungai Raya Dalam ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi kader serta membahas perkembangan organisasi Muhammadiyah di daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan dan kader Muhammadiyah dari berbagai unsur organisasi otonom (Ortom), serta menghadirkan narasumber dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dalam pengajian tersebut, berbagai isu strategis terkait pengkaderan dan penguatan sumber daya manusia Muhammadiyah menjadi fokus pembahasan.

Wakil Ketua PWM Kalimantan Barat, Wasilun, menyampaikan bahwa perkembangan pengkaderan Muhammadiyah di Kalimantan Barat saat ini menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan.
Menurutnya, hampir seluruh organisasi otonom di tingkat wilayah menunjukkan aktivitas yang baik dan terus berkembang.
“Pengkaderan di Kalimantan Barat ini sangat baik. Hampir semua ortom di tingkat wilayah sangat aktif, baik itu Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, maupun organisasi otonom lainnya,” ujar Wasilun dalam penyampaiannya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa bidang yang perlu mendapat perhatian lebih, salah satunya adalah pengembangan organisasi Hizbul Wathan.
Ia berharap ke depan perkembangan organisasi tersebut dapat semakin ditingkatkan agar sejalan dengan kemajuan ortom lainnya.
“Perkembangan di Kalimantan Barat yang masih kurang dibandingkan yang lain adalah Hizbul Wathan saja. Tapi kami berharap ke depannya ini bisa lebih baik lagi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A., menyoroti perkembangan kader Muhammadiyah secara nasional yang dinilai semakin pesat.
Ia menjelaskan bahwa saat ini banyak kader Muhammadiyah yang lahir dari perguruan tinggi milik Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan masa lalu ketika sebagian pimpinan Muhammadiyah berasal dari lulusan perguruan tinggi di luar Muhammadiyah.
“Mungkin dulu Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah lulusan dari universitas yang bukan milik kita. Tapi sekarang Ketua Umum justru lulusan dari amal usaha kita,” ungkap Bachtiar.
Ia juga menambahkan bahwa hal serupa terjadi di lingkungan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yang kini banyak diisi oleh kader lulusan Amal Usaha Muhammadiyah.
Bachtiar berharap ke depan para pimpinan majelis dan lembaga di Muhammadiyah juga berasal dari lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Kita berharap ke depan pimpinan majelis dan lembaga di bawah Muhammadiyah juga lulusan dari AUM, karena universitas yang kita miliki tidak kalah keren dari universitas lain,” tuturnya.
Melalui kegiatan Pengajian Pimpinan Ramadan ini, PWM Kalimantan Barat berharap dapat terus memperkuat jaringan kader, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong kemajuan organisasi Muhammadiyah di berbagai bidang.

