Penulis : Samsul
MYKALBAR.COM – Proses penjaringan calon Rektor Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Muhammadiyah Kalimantan Barat masa jabatan 2026–2030 memasuki tahapan penting.
Kegiatan pendalaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta pemaparan visi-misi para kandidat digelar pada Rabu, 15 April 2026, di Aula At-Tanwir Pusdam Kalimantan Barat.
Kegiatan ini menghadirkan lima calon rektor, yakni Haryanto, S.Kep., Ns., MSN., Ph.D., WOC-ET (N), Imran, S.Kep., MHS., Ph.D, Lidia Hastuti, APP., M.Kes, Ramadhaniyati, Ns., M.Kep., Sp.Kep.An., Ph.D, dan Supriadi, S.Kp., MHS., Ph.D.
Kelima kandidat menjalani sesi wawancara dan pendalaman oleh Pimpinan wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, yang terdiri atas Wasilun Z.A., Helman Fachri, Nilwani Hamid, Samsul Hidayat, Ahmad Zaini, Uray M. Amin, M. Yusuf, serta Yumi Harti.
Pendalaman ini dilaksanakan sebagai bagian dari mekanisme penilaian AIK sesuai pedoman yang ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Hal ini merujuk pada surat tertanggal 6 April 2026 yang mengatur bahwa pertimbangan terkait AIK harus disampaikan paling lambat 14 hari sejak surat diterima.
Satu di antara pewawancara, Nilwani Hamid, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya memastikan calon pemimpin memiliki pemahaman ideologi yang kuat.
“Kegiatan ini supaya memenuhi pedoman PP Nomor 1 Tahun 2025 tentang ideologi Muhammadiyah. Selain itu, ada batas waktu 14 hari setelah surat diterima, sudah harus diserahkan pertimbangan terkait AIK bagi lima calon ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah proses pendalaman selesai, hasilnya akan dibawa ke forum pleno untuk ditetapkan sebagai rekomendasi resmi. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam menentukan arah kepemimpinan Itekes Muhammadiyah Kalbar ke depan.
Lebih lanjut, ia berharap siapa pun yang terpilih nantinya tidak hanya berfokus pada pengembangan institusi, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap persyarikatan.
“Kita berharap siapa pun yang terpilih memiliki komitmen tinggi terhadap kemajuan persyarikatan, selain kemajuan lembaga yang dipimpinnya,” tegasnya.
Menurutnya, Itekes Muhammadiyah Kalimantan Barat memiliki peran strategis sebagai lahan pengkaderan.
Dengan latar belakang keilmuan para calon, institusi ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader unggul yang berkontribusi bagi kemajuan Muhammadiyah di masa mendatang.
Setelah tahapan pendalaman AIK ini, para calon rektor selanjutnya akan mengikuti rangkaian proses berikutnya sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Tahapan lanjutan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan figur terbaik yang akan memimpin Itekes Muhammadiyah Kalimantan Barat periode 2026–2030.

