Penulis: Samsul
MYKALBAR.COM – Pelepasan jemaah calon haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBHU) Muhammadiyah Kalimantan Barat berlangsung di Asrama Haji Pontianak, Jumat, 8 Mei 2026.
Ratusan jemaah tampak berkumpul di aula asrama haji untuk dilepas secara langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Barat, Kamaludin, sebelum diberangkatkan menuju bandara untuk memulai perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
Sebanyak 383 jemaah KBHU Muhammadiyah Kalbar tergabung dalam Kloter 17. Mereka dibagi dalam tiga jadwal penerbangan, yakni pagi, siang, dan sore.
Hadianto merupakan satu di antara jemaah calon haji yang tergabung dalam KBIHU Muhammadiyah Kalimantan Barat. Ia mengucap syukur karena kembali mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji untuk kedua kalinya.
Ia mengatakan, penantian panjang sejak tahun 2012 akhirnya terjawab dengan keberangkatan tahun ini bersama keluarga tercinta.

“Saya sendiri menunggu dari 2012, dan alhamdulillah bisa berangkat lagi. Ini haji yang kedua bagi saya. Dulu saya berangkat sendiri, sekarang bersama istri dan kakak ipar saya,” ujar Hadianto.
Ia mengungkapkan, pada keberangkatan haji pertamanya, dirinya sempat berdoa agar suatu hari bisa kembali ke Tanah Suci bersama keluarga. Doa tersebut kini terwujud dan menjadi kebahagiaan tersendiri baginya.
“Waktu itu saya berdoa bisa ke sana lagi dan membawa keluarga. Semoga ini menjadi berkah bagi kami dan bisa pergi serta pulang dengan selamat,” katanya.
Hadianto juga menyampaikan apresiasinya terhadap KBIHU Muhammadiyah Kalbar yang dinilai konsisten memberikan bimbingan ibadah sesuai sunah dan mengikuti perkembangan zaman.
Menurutnya, pembinaan yang diberikan selama manasik sangat membantu jemaah dalam mempersiapkan diri menjalankan ibadah haji.
“Kami berharap KBIHU Muhammadiyah terus berinovasi ke depan, mengikuti zaman namun tidak meninggalkan sunah, agar semakin cerdas dalam memfasilitasi seluruh jemaah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, seluruh persiapan keberangkatan dilakukan dengan mengikuti arahan dari KBIHU Muhammadiyah serta ketentuan pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah.
“Jadi kita tidak bergerak sendiri, semuanya mengikuti aturan yang sudah diberikan,” tutupnya.
Sebelum berangkat ke Tanah Suci, jemaah telah mendapatkan manasik baik dari KBIHU Muhammadiyah, KBIHU lainnya, maupun Kementerian Haji dan Umrah Kota Pontianak.
Hadianto berharap seluruh jemaah mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama manasik, sehingga mereka dapat menjadi haji yang mabrur dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.

