Talkshow bertema “Harmoni Putih Abu-Abu: Membangun Budaya Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Antikekerasan” yang digelar di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, Kamis 13 Mei 2026.
Spread the love

MYKALBAR.COM – Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kalimantan Barat menyoroti pentingnya penerapan pendidikan antikekerasan di lingkungan sekolah melalui talkshow bertema “Harmoni Putih Abu-Abu: Membangun Budaya Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Antikekerasan” yang digelar di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, Kamis 13 Mei 2026.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi Majelis Hukum dan HAM, Majelis Tabligh, Majelis PAUD Dasmen, dan PWA Kalbar dalam rangka Milad ke-109 ‘Aisyiyah itu menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman bagi peserta didik, bukan hanya tempat mengejar prestasi akademik.

Ketua Majelis Hukum dan HAM PWA Kalbar, Hazilina, mengatakan pendidikan antikekerasan perlu diterapkan sejak dini karena pembentukan karakter anak sama pentingnya dengan capaian akademik.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membangun karakter dan kepribadian peserta didik. Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang menghargai sesama dan mampu menyelesaikan masalah tanpa kekerasan,” ujarnya.

Menurut dia, persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan tidak bisa dianggap sebagai hal kecil karena berdampak pada kesehatan mental dan masa depan anak.

Ia menilai budaya sekolah yang sehat harus dibangun melalui hubungan yang baik antara guru, siswa, orang tua dan semua warga sekolah.

Hazilina menambahkan, Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 telah menegaskan hak peserta didik untuk mendapatkan pendidikan yang aman, inklusif, serta bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan intoleransi.

“Nilai antikekerasan jangan hanya menjadi slogan atau aturan formal. Sekolah harus benar-benar menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai agar peserta didik dapat berkembang tanpa rasa takut dan cemas,” katanya.

Ia berharap lingkungan sekolah yang damai dan humanis mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati, toleransi, dan akhlak mulia.