MYKALBAR.COM – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat resmi melepas keberangkatan kontingen Nasyiatul Aisyiyah yang akan mengikuti Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta, Jawa Tengah.
Pelepasan ini dilakukan secara langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, pada Selasa 4 Agustus 2026 di Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Barat.
Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 di Surakarta. Forum nasional ini menjadi ajang strategis bagi kader Nasyiatul Aisyiyah dari seluruh Indonesia untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyusun arah kebijakan, serta merumuskan program kerja untuk periode mendatang.
Ketua PWNA Kalimantan Barat, Eny Rahmiani, mengatakan Kalimantan Barat mengirimkan kontingen beranggotakan sebanyak 12 kader yang berasal dari berbagai daerah.
Rinciannya lima orang dari unsur Pimpinan Wilayah, tiga orang dari Pimpinan Daerah Kota Pontianak, dua orang dari Pimpinan Daerah Ketapang, dan dua orang dari Pimpinan Daerah Kubu Raya.
Eny berharap keikutsertaan delegasi Kalimantan Barat tidak hanya menjadi bentuk partisipasi dalam forum nasional, tetapi juga mampu memperjuangkan berbagai program yang telah dirancang di tingkat wilayah agar dapat menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan organisasi di tingkat pusat.
“Harapan kami yang pertama dalam arena Muktamar ini adalah agar program-program yang dibuat oleh Pimpinan Pusat dapat mengakomodir seluruh program-program yang telah kami buat di Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Barat,” ujar Eny.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat, Pabali Musa, menyampaikan bahwa Muktamar merupakan momentum penting bagi kader untuk memperluas wawasan organisasi dan memperkuat kapasitas kepemimpinan melalui proses musyawarah di tingkat nasional.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Muktamar diharapkan dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk diterapkan dalam pengembangan organisasi di daerah sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah.
“Yang penting adalah mengambil pelajaran yang berharga tentang bagaimana bermusyawarah secara nasional. Kemudian hal tersebut tentu bisa dikembangkan di daerah dengan fokus-fokus program kerja yang khas daerah,” kata Pabali Musa.
Melalui keikutsertaan dalam Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah, kontingen Kalimantan Barat diharapkan mampu berkontribusi aktif dalam setiap pembahasan sekaligus membawa pulang berbagai gagasan dan pengalaman yang dapat memperkuat gerakan Nasyiatul Aisyiyah di Kalimantan Barat.
