MYKALBAR.COM – Momentum peringatan Hari Anak Nasional ke-42 dimanfaatkan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKPSI) Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak untuk memperkuat komitmen dalam mendukung pemenuhan hak anak melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Sungai Raya, Kamis 23 Juli 2026.
Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di LPKA Kelas II Sungai Raya tersebut menjadi langkah awal sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga pembinaan dalam menghadirkan layanan psikologi, kesehatan, serta pendampingan bagi anak-anak yang sedang menjalani masa pembinaan.
Kegiatan itu dihadiri langsung Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi UM Pontianak Dedi Alamsyah, Ketua Divisi Kerja Sama Dalam Negeri Universitas Muhammadiyah Pontianak Eka Indah Raharjo, serta Dosen Program Studi Psikologi FIKPSI UM Pontianak Nur Kur’ani.
Dekan FIKPSI UM Pontianak Dedi Alamsyah mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk kepedulian perguruan tinggi dalam memastikan setiap anak tetap memperoleh hak untuk tumbuh, berkembang, dan mendapatkan pendampingan, termasuk mereka yang sedang menjalani pembinaan di LPKA.
Menurutnya, peringatan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa seluruh anak Indonesia berhak memperoleh perhatian, perlindungan, serta kesempatan yang sama untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan kita bahwa setiap anak tetap memiliki hak untuk didampingi, diberi perhatian, dan diberikan ruang untuk berkembang. Mereka berhak memiliki harapan dan masa depan yang lebih baik,” ujar Dedi.
Melalui kerja sama tersebut, FIKPSI UM Pontianak akan melaksanakan berbagai program yang berfokus pada peningkatan kesehatan mental, kesehatan fisik, dan kesejahteraan psikososial anak binaan.
Program yang disiapkan meliputi layanan konseling, edukasi kesehatan, pendampingan psikososial, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa.
Dedi menjelaskan, keterlibatan sivitas akademika dalam program tersebut merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi sekaligus bentuk kontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan dukungan selama menjalani proses pembinaan.
Ia berharap berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan dapat membantu anak binaan mengenali potensi diri, membangun kembali rasa percaya diri, serta mempersiapkan mereka agar mampu kembali ke lingkungan masyarakat dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang positif.
“Melalui kolaborasi ini kami ingin membantu anak-anak binaan mengenali potensi diri, meningkatkan rasa percaya diri, serta mempersiapkan mereka agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat dengan bekal yang positif,” katanya.
Kolaborasi antara FIKPSI UM Pontianak dan LPKA Kelas II Sungai Raya diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan pembinaan, tetapi juga memperkuat pemenuhan hak-hak anak melalui pendekatan yang lebih edukatif, humanis, dan berkelanjutan.
Sinergi ini menjadi bukti bahwa peran perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang mendukung tumbuh kembang anak menuju masa depan yang lebih baik.
