Spread the love

Penulis: Amalia Irfani

MYKALBAR.COM – Kabar duka menyelimuti keluarga besar ‘Aisyiyah Kalimantan Barat pada Kamis, 9 Juli 2026 pukul 06.25 WIB. Prof. Dr. Hj. Nuraini, M. Si, sosok bersahaja, dan dikenal sebagai profesor pertama ‘Aisyiyah Kalbar, telah berpulang ke rahmatullah.

Kepergian yang meninggalkan kesedihan mendalam bagi dunia akademik, organisasi perempuan Muhammadiyah serta masyarakat luas yang pernah merasakan inspirasi dari kiprah dan dedikasinya. Sebagai guru besar di Universitas Tanjungpura (UNTAN), beliau dikenal sebagai pakar di bidang Ekonomi Sumber Daya Manusia dan UMKM, dua bidang yang sangat relevan dengan pembangunan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi lokal. 

Keahlian Prof Nur begitu beliau biasa disapa, tidak hanya tercermin dalam karya akademik, tetapi juga dalam pengabdian nyata kepada masyarakat, terutama melalui perannya sebagai Ketua Lembaga Pengembangan dan Penelitian ‘Aisyiyah (LPPA) PWA Kalbar. Prof. Nuraini adalah figur yang selalu menekankan pentingnya sinergitas Dan pemberdayaan perempuan.

Dalam setiap kesempatan, Ia mengingatkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun bangsa, baik melalui keluarga maupun kontribusi di ruang publik. Sebagai akademisi,  Ia pun  melahirkan penelitian yang berfokus pada pengembangan UMKM, dengan tujuan agar usaha kecil dapat menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Dedikasi ini sejalan dengan semangat ‘Aisyiyah yang menekankan kemandirian, keadilan, dan kebermanfaatan bagi umat. Tidak sedikit mahasiswa, kolega, dan masyarakat yang merasakan langsung dampak dari pemikiran serta bimbingan beliau. Banyak alumni yang kini sukses di bidang ekonomi dan sosial, mengakui bahwa dorongan serta arahan Prof. Nuraini menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidup mereka,  tanpa terkecuali kader muda di ‘Aisyiyah Kalbar. 

Selain kiprah akademik, Prof. Nuraini juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan penuh kasih. Kepemimpinannya di LPPA PWA Kalbar membawa banyak terobosan, terutama dalam program pemberdayaan perempuan. Beliau aktif  mendorong riset yang aplikatif,  menekankan pentingnya perempuan untuk berdaya. 

Semangat beliau dalam menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat menjadikan dirinya teladan yang sulit tergantikan. Kepergian Prof. Nuraini tentu meninggalkan kekosongan besar, namun jejak perjuangan dan pemikiran beliau akan terus hidup dalam karya-karya yang ditinggalkan.

Bagi ‘Aisyiyah Kalbar, kehilangan ini bukan sekadar kehilangan seorang pemimpin, tetapi juga seorang inspirator. Prof. Nuraini adalah simbol perjuangan perempuan yang berani menembus batas, membuktikan bahwa perempuan mampu berdiri sejajar dalam dunia akademik dan kepemimpinan. Warisan intelektual dan moral yang beliau tinggalkan akan menjadi cahaya bagi generasi berikutnya.  Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya, mengampuni segala khilaf, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, selamat jalan Prof. Dr. Hj. Nuraini, M. Si, guru bangsa dan inspirasi perempuan  berkemajuan Kalimantan Barat.