Spread the love

MYKALBAR. COM – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat secara resmi melepas enam orang kontingen Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kalimantan Barat untuk mengikuti Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang akan berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada 6–8 Agustus 2026. Prosesi pelepasan dilaksanakan di Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Selasa 4 Agustus 2026

Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan PWM Kalimantan Barat kepada para utusan yang akan membawa aspirasi daerah dalam forum permusyawaratan tertinggi organisasi Tapak Suci. 

Selain dihadiri jajaran pengurus PWM Kalbar, acara ini juga sekaligus pelepasan kontingen Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 di Surakarta.

Ketua Kontingen Muktamar Tapak Suci Kalimantan Barat, Sukardiman, mengatakan keikutsertaan delegasi Kalbar diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan organisasi, khususnya dalam menentukan arah kebijakan Tapak Suci ke depan.

“Fokus kami adalah pada pengembangan organisasi dan pembentukan karakter, baik bagi para siswa maupun kader. Hal ini sangat baik.”

Ia berharap dalam Muktamar nanti dapat memilih pimpinan tingkat pusat yang benar-benar memiliki kompetensi untuk membawa Tapak Suci semakin maju lagi.

Menurut Sukardiman, Muktamar XVI tidak hanya menjadi ajang pemilihan pimpinan pusat, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menyusun berbagai program kerja yang akan menjadi pedoman organisasi selama masa kepengurusan berikutnya.

Sementara itu, Ketua PWM Kalimantan Barat, Pabali Musa, berharap enam utusan yang diberangkatkan dapat menjalankan amanah dengan baik serta aktif memberikan masukan dalam setiap agenda persidangan Muktamar.

“Saya berharap kawan-kawan yang menjadi utusan dapat berperan besar dalam menentukan program kerja, pemilihan ketua, dan lain sebagainya di acara tersebut,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran delegasi Kalimantan Barat diharapkan mampu memberikan warna positif selama pelaksanaan Muktamar. 

Menurutnya, sikap disiplin, kebersamaan, dan kepatuhan terhadap aturan menjadi modal utama dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Sehingga dapat memberikan nuansa yang lebih baik kepada peserta Muktamar. Yang penting, semua sesuai dengan ketentuan yang berlaku, berangkat dengan aman, dan tetap kompak. Itulah yang paling utama,” tegas Pabali Musa.

Melalui keikutsertaan enam delegasi tersebut, PWM Kalimantan Barat berharap aspirasi warga Tapak Suci di daerah dapat tersampaikan dengan baik sekaligus memperkuat peran organisasi dalam membangun kader yang berkarakter, berprestasi, dan berkemajuan.