xvideo hot housewife fucking younger guy. xxnx endless blowjb at work. sluty girl
Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Kalbar menggelar program pembinaan spiritual dan moral yang intensif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas 2A Pontianak, Jumat, 28 November 2025.
Spread the love

MYKALBAR.COM – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menggelar program pembinaan spiritual dan moral yang intensif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas 2A Pontianak.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025 ini bertujuan memberikan bekal pemahaman agama dan etika moralitas sebagai bagian dari proses rehabilitasi diri.

Acara pembinaan kali ini mengundang Dr. Syamsul Kurniawan, S.Th.I, M.S.I, seorang pemerhati pendidikan yang juga konsen dalam dakwah komunitas.

Selain menjabat sebagai Ketua Lembaga Hubungan Umat Beragama dan Peradaban (LHUBP) PW Muhammadiyah Kalbar, Syamsul juga berstatus sebagai Koordinator Bidang Pendidikan Agama di Dewan Pendidikan Kalimantan Barat.

Syamsul memberikan kedalaman materi yang disajikan.Dalam ceramahnya, Dr. Syamsul Kurniawan mengawali dengan sebuah fondasi keimanan yang mendasar: pentingnya syukur.

Ia menekankan bahwa rasa syukur adalah indikator utama yang menunjukkan seseorang benar-benar berterima kasih kepada Tuhannya. Syukur, menurutnya, adalah kunci pembuka pintu kebaikan dan penerimaan diri terhadap segala takdir yang ditetapkan.

Setelah membangun dasar gratitude, Syamsul beralih kepada topik yang sangat relevan, yakni Kepemimpinan.

Ia mengingatkan para WBP dengan mengutip hadits Nabi Muhammad Saw yang populer: “Setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.”

Penegasan ini disambut dengan khidmat oleh WBP, sebab Syamsul menjelaskan bahwa kepemimpinan tidak melulu soal jabatan tinggi. Setiap individu, di mana pun posisinya, memimpin setidaknya dua hal: dirinya sendiri (nafsu dan perilakunya) dan orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya (keluarga).

Namun, lanjut Syamsul, dalam menjalankan peran kepemimpinan ini, setiap manusia pasti akan menghadapi ujian terberat. Ia mengidentifikasi setidaknya tiga ujian besar yang seringkali menggoyahkan iman dan etika seseorang, yaitu godaan harta, tahta, dan wanita.

Tiga hal ini merupakan akumulasi dari superioritas duniawi yang kerap menjadi penyakit kronis bagi jiwa yang lemah.

Ia menjelaskan bahwa ketiga godaan ini seringkali terlihat jelas ketika sistem motivasi internal manusia, yang dipicu oleh zat kimia bernama Dopamin, bekerja tanpa kendali.

Dopamin adalah neurotransmitter penting, sejenis pembawa pesan di otak, yang erat kaitannya dengan sistem ‘penghargaan’ (reward system).Ketika seseorang melakukan aktivitas yang memberikan kesenangan—bisa berupa makanan, pencapaian, atau bahkan tindakan terlarang—otak melepaskan dopamin.

Pelepasan ini menciptakan perasaan senang yang intens, yang pada gilirannya mendorong otak untuk mengulangi perilaku tersebut. Dopamin berperan krusial dalam motivasi, suasana hati, dan terutama, memori kesenangan.

Syamsul menyoroti bahwa ketidakseimbangan dopamin, atau pemuasan keinginan dopamin secara instan, dapat memicu gangguan kecanduan, termasuk kecanduan terhadap kekayaan, kekuasaan, atau hasrat yang tidak sehat. Keinginan untuk meraih reward (penghargaan) itu begitu kuat sehingga menutupi pertimbangan moral.

Secara ringkas, Syamsul menutup ulasannya dengan sebuah alur dilema moral: Ketika hawa nafsu dan keinginan (didorong oleh dorongan dopamin) menuntut pemuasan, akal kemudian akan bertindak sebagai ‘pengacara’ yang bertugas mencarikan solusi—sah atau tidak sah.

Dan pada titik krusial inilah peran hati atau kontrol spiritual menjadi penentu. Jika hati lemah dalam menjalankan fungsi kontrol, maka perilaku-perilaku rendah dan melanggar hukum, yang secara sosial-moral disebut sebagai kejahatan, sangat mungkin dilakukan seseorang.

Melalui program pembinaan ini, LDK PW Muhammadiyah Kalbar berharap para WBP dapat memahami akar masalah di balik kesalahan yang pernah dilakukan. Bukan sekadar masalah hukum, namun juga pergulatan psikologis dan spiritual internal yang harus dimenangkan setiap pemimpin atas dirinya sendiri.

Ketua LDK PW Muhammadiyah Kalbar, Ust. Aswan Bahri dalam kata sambutannya menyambut baik inisiasi pemilihan topik dari Syamsul yang menyampaikan materi dengan warna integrasi ilmu agama dan pemahaman ilmiah, seperti peran dopamin dalam motivasi, sangat membantu WBP dalam menganalisis dan merekonstruksi mentalitas mereka sebelum kembali ke masyarakat. Pembinaan ini diharapkan menjadi bekal penting dalam mempertanggungjawabkan kembali kepemimpinan diri di masa depan. (*)

kimberly cybersex model.porndigger
http://xxvideos.one amateur jerking huge cock.
tamil sex