MYKALBAR.COM – Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah (Itekesmu) Kalimantan Barat (Kalbar) siap mengoperasikan dua rumah oksigen sekaligus sebagai respons atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang melanda wilayah Kalbar saat ini.
Itekesmu Kalbar menjadi bagian dari Poskor Penanganan Karhutla Muhammadiyah Kalbar, bersama sejumlah elemen Muhammadiyah lainnya di Kalbar yang meliputi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), organisasi otonom, serta majelis dan lembaga.
Lokasi rumah oksigen yang akan dibuka masing-masing berada di Kampus Itekesmu Kalbar, Jl. Sungai Raya Dalam Gg. Ceria V dan di Klinik MHCC, satu kompleks dengan Mini Soccer Itekesmu Kalbar, Jl. Tanjung Raya II.
Penanggung Jawab Rumah Oksigen Itekesmu Kalbar, Supriadi, S.Kp., MHS,. Ph.D mengungkapkan, kedua rumah oksigen tersebut akan mulai beroperasi pada Senin, 31 Agustus 2026.
“Untuk tahap awal, layanan ini dibuka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB,” kata Supriadi melalui keterangan tertulis, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, jam operasional tersebut dipilih agar lebih mudah dalam pengaturan tenaga medis dan pemantauan pasien. Namun tidak menutup kemungkinan jam operasional tersebut akan ditambah.
“Ke depannya, kami akan evaluasi kebutuhan masyarakat dan tidak menutup kemungkinan jam operasional bisa disesuaikan jika memang permintaan meningkat,” katanya.
Supriadi menuturkan, warga yang membutuhkan layanan oksigen bisa langsung datang dan akan dicatat identitas serta keluhannya oleh petugas di meja pendaftaran.
Selanjutnya, petugas akan mengecek ketersediaan tempat tidur. Jika masih ada yang kosong, pasien langsung diarahkan untuk mendapatkan perawatan.
“Namun, kalau kapasitas sudah penuh, pasien akan masuk daftar antrean dan diminta menunggu sampai ada tempat yang tersedia,” ujar wakil rektor bidang akademik dan kemahasiswaan ini.
Itekesmu Kalbar memberikan layanan oksigen ini secara gratis, tanpa dipungut biaya. Ini adalah bentuk layanan darurat di tengah musibah karhutla yang sedang terjadi.
“Kami ingin memastikan warga yang membutuhkan oksigen dalam kondisi darurat bisa segera tertolong, terutama mereka yang kesulitan akses ke fasilitas kesehatan lain,” katanya.
Rumah oksigen di Kampus Itekesmu Kalbar bisa melayani 5 orang sekaligus dalam waktu bersamaan.
“Jika ada lebih dari 5 pasien yang datang bersamaan, kami sudah siapkan sistem antrean berdasarkan tingkat kegawatan. Pasien dengan kondisi paling darurat akan diprioritaskan,” katanya.
“Kami juga berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat, sehingga jika benar-benar penuh, pasien bisa segera dirujuk ke tempat lain yang masih tersedia,” ujar Supriadi menambahkan.
Sedangkan rumah oksigen di MHCC, menurut Supriadi, bisa melayani 3 orang sekaligus. Kapasitas tersebut menyesuaikan jumlah tempat tidur dan alat oksigen yang tersedia.
Selain ruangan dan peralatan medis, sejumlah petugas pun telah disiapkan Itekesmu Kalbar untuk melayani warga.
Di rumah oksigen yang berlokasi di Sungai Raya Dalam, ada 7 perawat yang bertugas secara bergiliran.
“Sehingga setiap hari ada 3 orang perawat yang standby di rumah oksigen,” jelasnya.
Khusus di lokasi Klinik MHCC, selain pelayanan oksigen, dokter umum dan perawat juga bertugas setiap hari dari pukul 07.00 hingga pukul 15.00.
Hingga saat ini, kata Supriadi, yang masih menjadi tantangan adalah ketersediaan ambulans karena jumlahnya terbatas.
Kondisi tersebut akan berdampak pada pasien yang membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan lain yang lebih lengkap.
“Mungkin nantinya kami perlu waktu tambahan untuk merujuk pasien ke rumah sakit jika membutuhkan penanganan lebih lanjut,” katanya.
Selain itu, Itekesmu Kalbar terus mengupayakan penambahan peralatan medis seperti oksimeter tambahan, tabung oksigen cadangan, dan alat pelindung diri bagi petugas.
