MYKALBAR.COM – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Anwar Abbas, menghadiri agenda ramah tamah dan makan malam bersama jajaran Muhammadiyah Kalimantan Barat di Restoran Beringin, Jalan A. Yani, Pontianak, Jumat 21 Agustus 2026 malam.
Pertemuan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus membahas harapan terhadap arah Muhammadiyah ke depan, termasuk pentingnya memperkuat kemandirian organisasi.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat, Pabali Musa, menyampaikan harapannya agar Muktamar Muhammadiyah tahun 2027 mendatang dapat menghasilkan semangat baru, khususnya dalam komposisi kepengurusan organisasi.

Pabali mendorong agar keterlibatan kalangan pengusaha dalam kepengurusan Muhammadiyah semakin diperkuat. Menurutnya, komposisi kepemimpinan yang diisi lebih banyak oleh pengusaha dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga dan memperkuat kemandirian Muhammadiyah.
“Mudah-mudahan di muktamar nanti bisa menghasilkan semangat baru, dalam arti komposisi kepengurusan itu tidak lagi didominasi oleh pegawai negeri, tapi kebanyakan adalah pengusaha,” ujar Pabali Musa.
Menurut Pabali, keterlibatan pengusaha dalam kepengurusan bukan semata-mata berkaitan dengan latar belakang profesi, tetapi juga bagian dari upaya membangun kekuatan ekonomi dan kemandirian persyarikatan.
Muhammadiyah dinilai membutuhkan kader dengan berbagai latar belakang untuk memperkuat gerakan organisasi di tengah perubahan sosial dan ekonomi.
Harapan tersebut disampaikan di hadapan Dr. Anwar Abbas yang hadir sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kehadiran tokoh PP Muhammadiyah tersebut menjadi kesempatan bagi jajaran PWM Kalbar untuk memperkuat komunikasi sekaligus menyampaikan pandangan mengenai perkembangan dan masa depan persyarikatan.

Selain Dr. Anwar Abbas, turut hadir Prof. Dr. H. Armai Arief, M.A., dari Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah. Pertemuan juga dihadiri Wakil Ketua PWM Kalbar, para rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Kalimantan Barat, penasehat PWM, kepala sekolah Muhammadiyah, serta jajaran PWM dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut tidak hanya menjadi agenda makan malam bersama, tetapi juga ruang memperkuat silaturahmi antarpimpinan Muhammadiyah lintas wilayah.
Kehadiran unsur perguruan tinggi, pendidikan, serta pimpinan wilayah menunjukkan luasnya elemen yang terlibat dalam gerakan persyarikatan.
Pabali berharap gagasan mengenai penguatan peran pengusaha dapat menjadi salah satu perhatian dalam Muktamar Muhammadiyah mendatang.
“Kemandirian merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan Muhammadiyah, terutama dalam menjalankan berbagai amal usaha dan program pelayanan kepada masyarakat,” lanjut Pabali
Dengan dukungan kader dari berbagai bidang, termasuk dunia usaha, Muhammadiyah diharapkan semakin memiliki kekuatan untuk mengembangkan program pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan dakwah secara mandiri.
Agenda ramah tamah bersama Anwar Abbas tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi Muhammadiyah di Kalimantan. Berbagai unsur organisasi yang hadir diharapkan dapat terus membangun kolaborasi dan komunikasi untuk menghadapi tantangan persyarikatan ke depan.
Menjelang muktamar, Pabali mengatakan harapan terhadap lahirnya semangat baru dalam kepemimpinan Muhammadiyah menjadi salah satu isu penting yang disuarakan dari daerah.
“Perlu berjalan beriringan dengan keterlibatan kader dari berbagai latar belakang sehingga Muhammadiyah tetap mampu berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tutupnya.
