Penulis : Samsul
MYKALBAR.COM – Sebanyak 59 guru dan tenaga kependidikan (tendik) dari SMA Muhammadiyah 1 dan SMA Muhammadiyah 2 Pontianak mengikuti kegiatan Baitul Arqam sebagai upaya memperkuat pemahaman keislaman, ideologi Muhammadiyah, sekaligus meneguhkan semangat bermuhammadiyah dalam dunia pendidikan.
Kegiatan yang mengusung tema “Meneguhkan Jiwa Bermuhammadiyah untuk Pendidikan yang Maju dan Berkarakter” tersebut berlangsung selama tiga hari, 22–24 Agustus 2026 atau bertepatan dengan 9–11 Rabiulawal 1448 Hijriah. Kegiatan dilaksanakan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Barat.
Peserta kegiatan terdiri dari sekitar 52 guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 1 Pontianak serta tujuh guru dari SMA Muhammadiyah 2 Pontianak.
Baitul Arqam menjadi bagian dari upaya pembinaan sumber daya manusia Muhammadiyah, khususnya tenaga pendidik dan kependidikan yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, Slamet Rianto, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman keagamaan para guru dan karyawan, tetapi juga memperkuat keteladanan mereka di lingkungan sekolah.
“Guru dan karyawan ini menjadi teladan, terutama bagi para siswa. Karena itu, melalui kegiatan Baitul Arqam, nilai-nilai keislaman berkemajuan harus terus hidup dan dari diri guru bisa ditularkan kepada para siswa,” ujar Slamet Rianto.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai Muhammadiyah menjadi penting karena guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran.
Mereka juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan contoh sikap, perilaku, serta praktik keagamaan kepada peserta didik.
Selain memperkuat pemahaman keislaman, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap ideologi Muhammadiyah, termasuk pelaksanaan ibadah yang mengacu pada keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.
Slamet juga berharap Baitul Arqam dapat membangun kebersamaan dan kekompakan di antara guru serta karyawan.
Dengan semangat tersebut, seluruh unsur sekolah diharapkan mampu menjalankan tugas secara ikhlas, cerdas, dan tuntas.
“Kami berharap adanya kebersamaan, kekompakan, kerja yang ikhlas, kerja yang cerdas, dan kerja yang tuntas, terutama untuk membawa SMA Muhammadiyah 1 Pontianak menjadi sekolah yang unggul dan berkemajuan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat, Wasilun, menilai Baitul Arqam memiliki peran strategis dalam menyamakan visi dan frekuensi kader Muhammadiyah, khususnya yang bergerak melalui jalur pendidikan.
Ia mengatakan, pembinaan tersebut diharapkan mampu memperkuat ideologi Muhammadiyah di kalangan guru dan tenaga kependidikan sehingga semangat perjuangan persyarikatan dapat diteruskan melalui lembaga pendidikan.
“Kegiatan Baitul Arqam ini bisa menyamakan visi dan frekuensi dalam rangka membangun ideologi Muhammadiyah untuk menggerakkan persyarikatan Muhammadiyah melalui jalur pendidikan SMA Muhammadiyah 1 maupun SMAMuhammadiyah 2 Pontianak,” ujar Wasilun.
Wasilun juga berharap Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PWM Kalimantan Barat dapat menyelenggarakan kegiatan pembinaan secara optimal sehingga menghasilkan keluaran yang sesuai dengan tujuan Baitul Arqam.
Menurutnya, peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu memahami ideologi sekaligus semangat perjuangan Muhammadiyah.
“Harapannya, peserta dapat mengikuti kegiatan secara seksama sehingga bisa memahami ideologi dan semangat perjuangan Muhammadiyah,” tambahnya.
Melalui Baitul Arqam ini, guru dan tendik diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi profesional dalam menjalankan tugas pendidikan, tetapi juga memiliki karakter dan pemahaman nilai-nilai Muhammadiyah yang kuat.
Dengan demikian, semangat Islam berkemajuan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran sekaligus menjadi keteladanan bagi para siswa.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan.
Guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu menjadi penggerak pendidikan yang unggul, berkarakter, serta tetap berpegang pada nilai-nilai Islam berkemajuan dan prinsip perjuangan Muhammadiyah.
