Spread the love

MYKALBAR.COM — Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat menggelar Baitul Arqam bagi guru dan tenaga kependidikan SMA Muhammadiyah 1 dan 2 Pontianak.

Kegiatan berlangsung pada 22–24 Agustus 2026, bertepatan dengan 9–11 Rabiulawal 1448 Hijriah, di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Barat.

Baitul Arqam tersebut menjadi bagian dari sistem perkaderan Muhammadiyah yang diarahkan untuk memperkuat ideologi, jiwa bermuhammadiyah, kaderisasi, serta profesionalisme guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Dalam rangkaian kegiatan, peserta mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan dengan ideologi dan kehidupan warga Muhammadiyah, di antaranya Internalisasi Ideologi dan Jiwa Bermuhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah dan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, serta Tauhid sebagai Landasan Kehidupan Warga Muhammadiyah.

Selain penguatan ideologi, sesi Profesionalisme Guru dan Tendik Berkarakter Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam pembinaan peserta. Materi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan kompetensi profesional dengan nilai-nilai Muhammadiyah dalam menjalankan tugas di lingkungan pendidikan.

Kegiatan juga menghadirkan materi dengan perspektif pendidikan tingkat nasional melalui narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan. Salah satunya Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., Direktur Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kehadiran narasumber tersebut diharapkan memberikan wawasan kepada peserta mengenai perkembangan dan tantangan pendidikan secara nasional, sekaligus memperkuat kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam menjalankan perannya di sekolah Muhammadiyah.

Ketua MPKSDI PWM Kalimantan Barat, Zainul Arifin, mengatakan Baitul Arqam tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pemahaman keislaman, tetapi juga menjadi sarana internalisasi jiwa bermuhammadiyah dan revitalisasi kader.

“Hal yang paling penting dari Baitul Arqam adalah internalisasi jiwa bermuhammadiyah dan revitalisasi kader. Untuk AUM, ini merupakan peneguhan agar mereka bersungguh-sungguh dalam mengelola AUM secara profesional dengan dijiwai jiwa Muhammadiyah,” ujar Zainul.

Menurutnya, keberadaan guru dan tenaga kependidikan di AUM tidak semestinya hanya dipandang sebagai aktivitas pekerjaan. Profesionalisme yang dibangun harus memiliki karakter Muhammadiyah sehingga nilai-nilai persyarikatan dapat diterapkan dalam menjalankan tugas.

“Bukan semata-mata profesionalitas, tetapi profesionalisme yang berkarakter Muhammadiyah,” katanya.

Melalui Baitul Arqam, MPKSDI PWM Kalimantan Barat berharap guru dan tenaga kependidikan SMA Muhammadiyah 1 dan 2 Pontianak semakin mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat partisipasi dalam persyarikatan.

Penguatan ideologi, kaderisasi, wawasan pendidikan nasional, dan profesionalisme tersebut diharapkan menjadi bekal bagi guru dan tenaga kependidikan untuk memberikan kontribusi lebih besar terhadap kemajuan Amal Usaha Muhammadiyah dan gerakan Muhammadiyah di Kalimantan Barat.