MYKALBAR.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kubu Raya terus memperkuat jaringan pengawasan partisipatif menjelang Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan Visit Konsolidasi Demokrasi Penguatan Jaringan Pengawasan Partisipatif Perempuan bersama Nasyiatul Aisyiyah Kubu Raya, Kamis 11 Juni 206.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara penyelenggara pengawasan pemilu dengan organisasi perempuan dalam mendukung demokrasi yang berkualitas, partisipatif, dan berintegritas.
Ketua Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kubu Raya, Sri Mulyani, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan inisiatif Bawaslu Kubu Raya dalam melibatkan organisasi perempuan dalam penguatan pengawasan demokrasi.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kualitas proses demokrasi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan silaturahmi yang dilakukan oleh Bawaslu Kubu Raya. Nasyiatul Aisyiyah menyambut baik upaya penguatan jaringan pengawasan partisipatif yang melibatkan perempuan sebagai bagian dari penguatan demokrasi,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan perempuan dalam pengawasan demokrasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemilu dan pemilihan yang berintegritas. Karena itu, pihaknya mendukung penuh berbagai bentuk kolaborasi yang dapat meningkatkan literasi politik dan partisipasi masyarakat.
Terkait rencana penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua lembaga, Sri Mulyani menyatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi internal agar kerja sama tersebut dapat direalisasikan melalui program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami siap berkolaborasi dalam kegiatan pendidikan politik, peningkatan partisipasi masyarakat, serta berbagai program yang mendukung terwujudnya demokrasi yang sehat dan berintegritas,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kubu Raya, Gustiar, menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu strategi penting dalam memperkuat pengawasan pemilu dan pemilihan.
Menurutnya, keterbatasan sumber daya yang dimiliki Bawaslu membuat keterlibatan masyarakat menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.
“Bawaslu Kubu Raya memiliki keterbatasan sumber daya manusia sehingga dalam melaksanakan pengawasan tidak dapat bekerja sendiri. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai stakeholder, termasuk organisasi perempuan seperti Nasyiatul Aisyiyah, untuk bersama-sama mengawal setiap proses demokrasi,” jelasnya.
Gustiar menambahkan bahwa selain menjalankan fungsi pengawasan dan pencegahan pelanggaran, Bawaslu juga memiliki tanggung jawab untuk membangun kesadaran demokrasi di tengah masyarakat.
Karena itu, kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan dan organisasi perempuan menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan pendidikan politik.
“Ke depan kami berharap dapat menjalin Perjanjian Kerja Sama dengan Nasyiatul Aisyiyah Kubu Raya sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan pendidikan politik, penguatan demokrasi, dan pengembangan pengawasan partisipatif di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Melalui konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Kubu Raya dan Nasyiatul Aisyiyah Kubu Raya berharap dapat membangun komitmen bersama dalam meningkatkan literasi politik masyarakat, memperkuat pengawasan partisipatif, serta mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam mengawal setiap tahapan demokrasi menuju Pemilu dan Pemilihan yang demokratis, berkeadilan, dan bermartabat.
