MYKALBAR.COM – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan keadilan di tengah berbagai tantangan zaman.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak, Hazilina, saat ditemui pada Senin 1 Juni 2026, menyampaikan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama sistem hukum Indonesia karena menjadi sumber nilai, arah, dan tujuan dalam pembentukan hukum nasional.
Menurutnya, tanpa Pancasila, hukum hanya akan menjadi seperangkat aturan yang bersifat formal. Dengan berlandaskan Pancasila, hukum Indonesia diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang berketuhanan, berperikemanusiaan, bersatu, demokratis, dan berkeadilan sosial sebagaimana cita-cita kemerdekaan bangsa yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
“Pancasila bukan hanya dasar negara, melainkan juga merupakan jiwa dari seluruh tata hukum Indonesia yang memberikan legitimasi, arah, dan tujuan bagi penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Hazilina menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan ideologi Pancasila. Menurutnya, perguruan tinggi bukan hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pusat pembentukan karakter kebangsaan bagi generasi muda.
Ia menjelaskan bahwa lembaga pendidikan tinggi harus mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara moral, berjiwa nasionalis, serta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Keberhasilan suatu perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga dari kemampuannya menghasilkan warga negara yang berkarakter Pancasila, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat terhadap persatuan dan kemajuan Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan ideologi Pancasila sekaligus memperkuat ketahanan bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Pada momentum Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini, Hazilina juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman hidup bangsa. Di tengah berbagai tantangan zaman, perbedaan pilihan, kemajuan teknologi, dan arus globalisasi, marilah kita menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Perkuat persatuan, junjung tinggi toleransi, hormati kemanusiaan, tegakkan keadilan, dan cintai Indonesia dengan karya nyata,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh karakter Pancasila yang hidup dalam diri setiap warga negara. Karena itu, memperingati Hari Lahir Pancasila harus dimaknai sebagai upaya memperkuat tekad bersama dalam menjaga Indonesia.
“Mari kita buktikan bahwa Pancasila tidak hanya diucapkan, tetapi dihidupkan; tidak hanya dipahami, tetapi diamalkan. Bersatu dalam keberagaman, berkarya untuk negeri, dan menjaga Indonesia tetap kokoh menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

